SELAMAT DATANG DI BLOG PUSKESMAS SUMBER JAYA

Minggu, 22 Mei 2011

Mioma Uteri

Uterine Fibroid
Fibroid rahim (leiomyomas) adalah kanker (jinak) tumor rahim. Mereka tumbuh dari otot dinding rahim dan terdiri dari otot dan jaringan fibrosa.
Pada beberapa wanita, fibroid uterus dapat menyebabkan perdarahan berat, ketidaknyamanan panggul dan rasa sakit dan menciptakan tekanan pada organ-organ lain. Gejala-gejala ini mungkin memerlukan perawatan, tetapi tidak selalu histerektomi.
Penting untuk dicatat bahwa gejala seperti nyeri panggul atau perdarahan yang tidak biasa belum tentu berhubungan dengan rahim atau fibroid. Diagnosis yang akurat melalui penggunaan USG trans-vagina, pencitraan resolusi magnetik (MRI), dan biopsi endometrium sangat penting dalam membantu Anda untuk menentukan penyebab gejala Anda.
Mendiagnosis penyebab gejala dan mencoba untuk mengobati gejala-gejala sebelum Mengobati Fibroid melalui lain yang lebih berarti invasif, merupakan langkah penting dalam proses medis keseluruhan menangani kondisi uterus fibroid.
Perdarahan abnormal adalah gejala umum fibroid uterus yang paling sering membutuhkan pengobatan. fibroid submukosa menyebabkan mayoritas perdarahan pada wanita dengan fibroid. Karena lokasi mereka di endometrium, tempat fibroid submukosa tekanan pada dinding rahim yang dibangun dengan setiap siklus haid. Hal ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan perdarahan abnormal. Tekanan panggul dari ukuran pertumbuhan fibroid rahim , terlepas dari jenis dari fibroid ini, juga dapat mengakibatkan perdarahan yang abnormal.
Ada banyak cara mengobati perdarahan abnormal ini diantaranya adalah:
- Anti-inflamasi nonsteroid Obat (NSAIDs, misalnya, Ibuprofen)
- Vitamin dan / atau obat herbal
- Pelebaran dan Currettage (D & C)
- Terapi hormonal (misalnya, pil KB)
Tergantung pada individu, salah satu solusi ini dapat memberikan bantuan dari gejala yang dialami sebagai akibat dari fibroid rahim. Ketika gejala diselesaikan kebanyakan wanita merasa ‘sembuh’ dan menemukan tidak perlu mengambil tindakan tambahan dengan fibroid uterus mereka. Perdarahan yang berlebihan juga dapat menyebabkan anemia. Anemia terjadi ketika terjadi penurunan dalam sel-sel darah merah akibat kehilangan darah. Jika anemia dikonfirmasikan melalui tes darah, mengambil suplemen zat besi dapat membantu.
Sembelit dan wasir adalah gejala tambahan yang disebabkan oleh tekanan dari fibroid tumbuh. (Sembelit juga dapat menjadi efek samping dari minum tablet zat besi untuk anemia.).Buah dan banyak minum air dapat membantu mengurangi sembelit. produk pencahar alam juga dapat membantu.
Mioma Uterine (bahasa Inggris: uterine myoma) adalah tumor jinak pada dinding rahim. Mioma juga disebut mioma, myom, tumor otot rahim atau tumor fibroid,karena berasal dari sel jaringan fibro.
Jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakannya ke dokter, namun diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun.
Asal mulanya penyakit mioma uteri berasal dari otot polos rahim. Beberapa teori menyebutkan pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause).
Sering kali tumor jinak rahim ke arah rongga ini membesar dan bertumbuh keluar dari mulut rahim. Tumor yang ada dalam rahim dapat tumbuh lebih dari satu, teraba seperti kenyal, bentuknya bulat dan berbenjol-benjol sesuai ukuran tumor. Beratnya bervariasi, mulai dari beberapa gram saja, namun bisa juga mencapai 5 kilogram atau lebih.
Jenis
Berdasarkan lokasinya mioma uteri dibagi dalam tiga jenis:
1. Pertumbuhan tetap di dalam dinding rahim
2. Pertumbuhan ke arah rongga rahim
3. Pertumbuhan ke arah permukaan dinding rahim
Gejala dan tanda
Sebagian penyakit ini ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan panggul rutin. Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor, namun yang paling sering ditemukan adalah:
1. Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid.
2. Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim.
3. Penekanan pada organ di sekitar tumor seperti kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul lainnya, menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena pembengkakan tangkai tumor.
4. Gangguan sulit hamil karena terjadi penekanan pada saluran indung telur.
5. Pada bagian bawah perut dekat rahim terasa kenyal.
Sering kali penderita merasa nyeri akibat miom mengalami degenerasi atau kontraksi uterus berlebihan pada mioma yang tumbuh ke dalam rongga rahim. Pasangan suami istri sering kali sulit untuk punya anak (infertilitas) disebabkan gangguan pada tuba, gangguan implantasi pada endometrium, penyumbatan, dan sebagainya.
Mioma Uteri dapat mengganggu kehamilan dengan dampak berupa kelainan letak bayi dan plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, pendarahan yang banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta, bahkan bisa menyebabkan keguguran.
Sebaliknya, kehamilan juga bisa berdampak memperparah Mioma Uteri. Saat hamil, mioma uteri cenderung membesar, dan sering juga terjadi perubahan dari tumor yang menyebabkan perdarahan dalam tumor sehingga menimbulkan nyeri. Selain itu, selama kehamilan, tangkai tumor bisa terputar.
Metode penanganan
Bila tumor berukuran kecil dan tidak membesar, cukup dilakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali, pengecilan tumor sementara dengan obat-obatan GnRH analog, mioma memiliki lapisan kapsul yang tegas, dapat dipisahkan/dikupas dari massa tumornya. Jika terjadi komplikasi dan timbul perdarahan, perlu diberikan transfusi darah dan obat penghilang rasa nyeri. Tindakan operasi dilakukan jika tumor membesar dan bila timbul gejala penekanan dan nyeri dan perdarahan yang terus menerus.
Operasi pembedahan: dengan histerektomi (pengangkatan kandungan) jika tidak ada rencana hamil lagi, atau miomektomi (mengangkat miomnya saja) pada usia reproduksi/masih rencana hamil. Namun jika massa tumor terlalu besar atau luas, kadang tidak memungkinkan hanya dilakukan pengangkatan massa tumor, sehingga tetap dilakukan histerektomi.

0 komentar:

Posting Komentar