SELAMAT DATANG DI BLOG PUSKESMAS SUMBER JAYA

Senin, 21 November 2011

Tips Menghadapi Musim Hujan

1. Banyak minum air putih
Air putih adalah zat detoksifikiasi alami yang murah meriah dan mudah didapat. Air putih juga membuat kulit tampak segar dan tubuh tidak mengalami dehidrasi.

2. Cukup istirahat
Kurang tidur akan menyakiti tubuh Anda dan tidak memberikan organ tubuh Anda kesempatan untuk merecharge sel-sel mereka. 6-8 jam adalah waktu ideal yang bisa Anda berikan untuk tidur setiap harinya.

3. Hindari virus masuk ke tubuh Anda
Pastikan Anda senantiasa ‘higienis’ sepanjang hari. Cuci tangan Anda setiap sebelum makan, sehabis dari toilet, dan setelah melakukan kegiatan apapun. Jika Anda baru kembali dari luar ruangan, cuci baik tangan dan kaki Anda. Hindari menyentuh wajah Anda dengan tangan, karena penelitian mengatakan bahwa kuman biasanya masuk lewat hidung atau mulut Anda. Siapkan cairan pembersih antikuman setiap saat, terutama saat keluar rumah.

4. Jangan makan sembarangan
Hindari tempat penjualan makanan yang kurang terjaga kebersihannya. Perbanyak serat dan makan makanan yang mengandung vitamin. Kalau perlu, tambah dengan multivitamin.

5. Pastikan Anda cukup hangat
Jika Anda kehujanan dan kedinginan, Anda akan merasa lemah dan sugesti ini membuat Anda benar-benar terserang penyakit. Kenakan jaket atau pakaian yang tebal untuk melindungi tubuh dari suhu dingin. Kalau Anda harus menerjang hujan, gunakan payung atau jas hujan. Jika Anda suka, boleh juga membalurkan minyak kayu putih di tubuh. Untuk menghangatkan tubuh dari dalam, semangkuk sup hangat atau segelas jahe boleh juga dicoba.

6. Jemur pakaian sampai kering
Cucian yang tak mau kering adalah kendala di musim hujan, karena matahari seakan tak mau bersinar. Meski begitu, cari cara agar cucian Anda bisa kering sepenuhnya. Pakaian yang lembab berarti masih menyimpan air dan bisa jadi sarang bakteri.

7. Tetap berolahraga
Anda bisa mencoba aneka olahraga yang bisa dilakukan secara indoor, seperti senam aerobik dengan panduan video, sit up, atau skipping (lompat tali).



Sumber:http//kotasehat.blogspot.com/2011/10

Selasa, 15 November 2011

MANFAAT JERUK NIPIS BAGI KESEHATAN


          Jeruk nipis mengandung minyak terbang limonene dan linalool, juga flavonoid, seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin dan naringin. Kandungan buahnya yang masak adalah synephrine dan N-methyltyramine, selain asam sitrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B1, dan C. Asam sitratnya mampu mencegah kekambuhan pada pasien pasca operasi batu ginjal.
          Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) telah dikenal sejak lama sebagai tanaman yang kaya manfaat. Buahnya berasa pahit, asam dan sedikit dingin, tetapi manfaatnya sangatlah beragam.
          Menurut Dr. Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta, air buah jeruk nipis dapat digunakan sebagai penyedap masakan, minuman, penyegar, bahan pembuat asam sitrat, serta membersihkan karat pada logam dan kulit yang kotor. Bisa juga sebagai campuran jamu.
          Sebagai herbal alami, jeruk nipis berkhasiat untuk menghilangkan sumbatan vital energi, obat batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diuretik) dan keringat, serta membantu proses pencernaan.
Berikut ini beberapa khasiat / Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan maupun khasiat / Manfaat Jeruk Nipis untuk kecantikan di sertai tips bagaimana memanfaatkan jeruk nipis tersebut sebagai herbal yang membantu penyembuhan penyakit.
1. Sebagai obat batuk tradisional
Caranya : ambil 3 butir jeruk nipis, bagi 2 sama rata. Oleskan kapur sirih pada kedua potongan itu, satukan kembali, panggang di atas api sampai mengeluarkan busa dari kapur sirih. Oleskan busa tadi pada tenggorokan. Peras buah jeruk nipis barusan, ambil isinya, lalu minum.
2. Amandel
  Tiga
Kulit jeruk nipis dicuci, dipotong-potong, lalu direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tersisa 3/4, saring. Air tersebut dipakai untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari. 
3. Anyang-anyangan
Dua jeruk nipis dicuci, diperas lalu diberi gula batu secukupnya dan 1 gelas air panas. Aduk hangat-hangat, minum sekaligus sehari sekali. 
4. Ambeien
Sebanyak 10 gr akar pohon jeruk nipis dicuci bersih, lalu direbus dengan air 1 liter selama 1/2 jam, lalu saring. Diminum hangat-hangat 3 kali sehari. 
5. Batuk Disertai Influenza
Potong sebuah jeruk nipis masak dan mengandung air yang cukup banyak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 60 cc air panas. Tambahkan 1/2 sendok teh air kapur sirih sambil diaduk rata.
Minum ramuan ini 2 kali sehari 2 sendok makan.
6. Tekanan Darah Tinggi
Sediakan 20 kuntum bunga dan 30 lembar daun jeruk nipis.
Cuci sampai bersih, lalu tambahkan air perasan 2 buah jeruk nipis. Rebus bahan-bahan tersebut dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring. Air saringannya diminum 3 kali sehari 3/4 gelas. Minum ramuan ini ditambah sedikit madu. Lakukan setiap hari.
7. Batu Ginjal
Dua butir perasan jeruk nipis kampung diencerkan dengan 2 gelas air hangat, minum setelah makan malam. Lakukan tiap hari selama 10 hari. 
8. Difteri
Dua jeruk nipis dicuci, diperas airnya. Seduh dengan 1 gelas air panas ditambah 1 sendok makan madu. Gunakan untuk berkumur selama dua menit saat masih hangat, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari.
9. Demam atau Flu
 Cara 1:
Satu jeruk nipis dicuci lalu diperas, tambah dengan 3 siung bawang merah yang telah dilumatkan dan 1 sendok makan minyak kelapa. Oleskan pada kening penderita.
Cara 2:
Satu jeruk nipis dipanggang sebentar, dipotong, lalu diperas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum sekaligus. 
10. Haid Tidak Teratur
Tiga sendok makan air jeruk nipis ditambah 1 sendok makan madu dan 2 gelas air panas diaduk rata. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari 
11. Vertigo
Setengah genggam daun jeruk nipis dilumatkan. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan ke tengkuk, pelipis, dan dahi. Lakukan 2 kali sehari.
12. Radang Tenggorokan
Potong 3 buah jeruk nipis masak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 1/2 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu sambil diaduk rata. Selagi hangat, gunakan ramun ini untuk berkumur selama 2-3 menit. Lakukan 3 kali sehari. 
13. Kurap atau Panu
Cuci 1 genggam akar landep (Barleria prionitis L.) sampai bersih, lalu tumbuk halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis sambil diaduk rata. Balurkan pada bagian kulit yang terkena kurap atau panu, lalu balut dengan kain perban. Ganti balutan 2 kali sehari sampai sembuh. 
14. Demam/Panas Saat Malaria
Sediakan 3 lembar daun jeruk nipis dan daun kendal (Cordia obliqua Willd.) (Blumea balsamifera L.) , dan 5 lembar daun prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.). Rebus bahan-bahan tersebut dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Air saringan tersebut dibagi dua, diminum pagi dan sore.
15. Pegal Linu
Cuci daun jeruk nipis, daun ketepeng cina, dan daun sambiloto (masing-masing 1/3 genggam), 10 lembar daun sirih, 2 jari akar pepaya, 2 jari akar kepayang, 3 jari akar kelor, dan 10 buah cabai rawit, lalu tumbuk sampai halus. Rendam ramuan tersebut dalam 1 liter alkohol selama 7 hari. Air perasannya dapat digunakan untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit.
16. Sakit Gigi
Campurkan air jeruk nipis, gilingan akar kecubung hitam dan gilingan legetan warak masing-masing 1 sendok makan. Tambahkan 3/4 cangkir air garam ke dalamnya, lalu aduk sampai rata. Selanjutnya peras ramuan tersebut dan saring. Gunakan air saringannya untuk berkumur selama beberapa menit, lalu buang. Lakukan 4-6 kali sehari.
17. Menambah Stamina
Campurkan sebutir kuning telur ayam kampung, air perasan 1 buah jeruk nipis dan sedikit irisan gula merah. Aduk sampai rata, lalu minum. Lakukan sekali dalam seminggu.

1. Mengecilkan dan merapatkan pori-pori
Potong tipis jeruk nipis, oleskan dagingnya pada kulit wajah, terutama di daerah sekitar hidung dan pipi yang pori-porinya terlihat besar.
2. Menghaluskan dan mencerahkan kulit.
Potong tipis jeruk nipis. Usapkan potongan jeruk nipis pada wajah dan kulit bagian tubuh lainnya yang terlihat kusam atau kasar. Niscaya kulit Anda akan menjadi lebih cerah dan halus.
3. Kuku bersih dan cemerlang.
Peras airnya, lalu gunakan sedikit air jeruk nipis untuk menggosok kuku yang buram.
4. Menghilangkan ketombe.
Peras airnya, usapkan air perasan jeruk pada rambut dan kulit kepala. Biarkan kering selama 20 – 30 menit, lalu keramaslah. Lakukan dua sampai tiga kali.
5. Relaksasi (untuk mengurangi ketegangan pada otot tangan, kaki, atau pun bagian tubuh lainnya).
Iris tipis jeruk nipis, peras airnya, dan tambahkan dengan sedikit air, aduk rata. Kemudian, gosok-gosokkan pada bagian tubuh yang terasa pegal-pegal. Atau, dengan cara merendam bagian yang pegal di air perasan jeruk nipis yang telah dicampur air hangat di dalam ember kecil.
6. Menghilangkan bau keringat.
Campurkan air perasan jeruk nipis dengan sedikit kapur sirih, kemudian gosokkan ke ketiak. Diamkan sesaat, kemudian basuh dengan air bersih. Lakukan 2 kali sehari setiap pagi dan sore.
7. Menghilangkan mulas-mulas pada waktu datang bulan.
Campur air perasan dari 1 buah jeruk nipis, parutan 1½ rimpang jahe sebesar ibu jari, 3 mata buah asam yang sudah masak, dan 1 potong gula kelapa dengan ¾ gelas air masak, aduk rata dan saring. Minumlah pada hari pertama haid.
8. Melangsingkan Badan
Tambahkan air perasan satu buah jeruk nipis ke dalam cangkir air teh hijau. Minum ramuan ini setiap pagi dan sore hari. Lakukan setiap hari.


Sumber: Assyams Dot Com

Senin, 17 Oktober 2011

PIN CAMPAK POLIO

     Hari pertama PIN Campak & Polio, hampir seluruh Karyawan UPTD Puskesmas Sumber Jaya melaksanakan Imunisasi Campak & Polio di 11 pos PIN yang tersebar di 2 Desa yaitu Desa Sumber Jaya & Desa Tridaya Sakti.
     Hasil sementara dari sasaran 0-59 bayi balita yang berjumlah 1.688 orang baru 1.452 balita yang di Imunisasi Polio (86,1%), dan dari sasaran  umur 9-59 bulan yang berjumlah 1.351 orang, baru 1.143 balita yang sudah di Imunisasi Campak (84,6%
     Untuk yang belum di vaksinasi pada hari ini di karenakan sakit atau sebab lain sebanyak 13,9% untuk Polio & 15,4% untuk Campak dianjurkan pada tanggal 28 Oktober 2011 datang ke Puskesmas Sumber Jaya untuk mendapatkan pelayanan Imunisasi Campao & Polio.

Strategi Kegiatan PIN Puskesmas Sumber Jaya


     Pekan Imunisasi (PIN) Campak dan Polio akan dilaksanakan serentak secara Nasional selama 1 bulan yaitu mulai tanggal 18 Oktober s/d 18 November 2011. Waktu efektif untuk pemberian imunisasi selama 2 minggu yaitu tanggal 18 Oktober s/d 27 Oktober. Sedangkan tanggal 28 Oktober s/d 18 November dipakai untuk sweeping.
     Jumlah sasaran bayi dan balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumber Jaya berjumlah 8.588 balita (0-59 bln) yang merupakan sasaran dari PIN Polio dan 6.671 balita (9-59 bln) yang merupakan sasaran PIN Campak. Adapun jumlah Pos PIN berjumlah 72 pos yang tersebar di 2 desa yaitu 21 pos PIN di Desa Tridaya Sakti dan 51 Pos PIN di Desa Sumber Jaya.
     Agar pelaksanaan PIN ini berjalan lancar dan mencapai target yang di tetapkan (95%) maka Kepala UPTD Puskesmas Sumber Jaya (dr.H.Ahmad Hidayat) mengadakan staff meeting sehari sebelum pelaksanaan PIN. Pada kesempatan staff meeting tersebut kapus membahas cara & strategi dalam pelaksanaan PIN esok hari.
Kapus jg mengingatkan tindakan yang harus dilakukan bila terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) & apa yg harus dilaksanakan oleh kader & tenaga medis.  Pada kesempatan ini pemegang program imunisasi (Hj.Yeti,AmKeb) mempraktekkan cara melarutkan vaksin campak yg akan di pakai, dikarenakan kalau biasanya 1 vial untuk 8 orang & buat PIN besok 1 vial untuk 16 orang dengan spuit pelarut 5 cc

Kegiatan BIAS Campak di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sumber Jaya Tahun 2011

     BIAS ( Bulan Imunisasi Anak Sekolah ) Campak dilaksanakan mulai tanggal 5 Oktober s/d 10 Oktober 2011 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumber Jaya. Pemberian imunisasi Campak ini merupakan Boster atau ulangan imunisasi Campak yang telah diberikan pada bayi saat usia 9 bulan.


     BIAS Campak diberikan kepada murid SD Kelas 1 laki-laki dan perempuan. Adapun sasaran dari BIAS Campak ini adalah 1.939 orang yang terdiri dari laki-laki 996 orang dan perempuan 943 0rang (dari 13 SD yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumber Jaya).
     Dari 1939 orang sasaran yang di Imunisasi hanya 1.755 orang (90,71%). Sedangkan 180 orang (9,29%) tidak di imunisasi dikarenakan 31,6% (57 anak) sakit, 11 anak (6,1%) tidak di ijinkan orang tua, dan 112 anak karena sebab lainnya ( 62,2%).
     Diharapkan untuk tahun mendatang kegiatan BIAS Campak pencapaiannya bisa melebihi dari pencapaian tahun sekarang. Untuk meningkatkan pencapaian program ini bisa di lakukan dengan cara penyuluhan ke Sekolah Dasar (SD) mengenai pentingnya pemberian imunisasi Boster/ ulangan pada anak SD dan peningkatan kerja sama lintas sektor antara guru sekolah dengan pihak Puskesmas.

Rabu, 05 Oktober 2011

SOSIALISASI FILARIASIS ,PIN CAMPAK & POLIO PUSKESMAS SUMBERJAYA

        Sehubungan akan dilaksanakannya program filariasis, PIN Campak & Polio pada bulan Oktober 2011, maka diadakan sosialisasi kepada kader posyandu yang ada di wilayah kerja UPTD Sumberjaya. Sosialisasi ini diadakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 26 September - 28 September 2011, sosialisasi ini di bagi 3 gelombang karena jumlah posyandu yang banyak, yaitu 72 posyandu. Pada hari pertama sosialisasi di hadiri oleh 42 kader yang berasal dari 21 posyandu yang ada di Desa Tridayasakti. Pada gelombang 2 (27 Sept2011) & gelombang 3 (28 Sept 2011) untuk Desa Sumberjaya yg terdiri dari 51 posyandu.
Dengan di adakannya sosialisasi ini diharapkan program berjalan dengan baik sehingga mencapai target yang di harapkan. Untuk PIN Campak & Polio diharapkan mencapai target yang di tetapkan yaitu sebanyak 95%.
Pada kesempatan ini juga di data ketersediaan termos untuk tempat vaksin, serta cara-cara atau strategi agar target tercapai.

Senin, 18 Juli 2011

10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

  • Fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan tertulis tentang peningkatan Pemberian Air Susu Ibu yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas kesehatan.
  • Melakukan pelatihan bagi petugas kesehatan untuk menerapkan kebijakan tersebut.
  • Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur anak 2 tahun termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui
  • Membantu ibu hamil menyusui bayinya dalam 60 menit setelah melahirkan, yang dilakukan diruang bersalin. Apabila ibu mendapat Operasi Caesar, bayi disusui setelah 30 menit ibu sadar.
  • Membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis.
  • Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir.
  • Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari.
  • Membantu ibu menyusui semau ibu, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui.
  • Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi yang diberi ASI.
  • Mengupayakan terbentuknya kelompok Pendukung ASI dan rujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit / Rumah Bersalin / Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Jumat, 03 Juni 2011

Pertemuan dan Pembinaan Kader Posyandu di Puskesmas Sumber Jaya

      Pertemuan dan pembinaan kader posyandu diadakan pada hari Selasa Tanggal 31 Mei 2011 di gedung Puskesmas Sumber Jaya. Acara ini di buka oleh kepala UPTD Puskesmas Sumber Jaya (dr.H.Ahmad Hidayat) dan dihadiri oleh 40 orang kader dari perwakilan 20 pos yandu yang ada di wilayah UPTD Puskesmas Sumber Jaya. Pembinaan kader ini dilakukan secara bertahap guna mengingatkan kembali pengetahuan kader yang sudah di dapat sebelumnya dan untuk memberikan informasi yang baru mengenai masalah kesehatan guna bekal mereka di masyarakat.
            Pada pertemuan kali ini di bahas mengenai Imunisasi yaitu mengenai macam-macam imunisasi, jadwal imunisasi dan dimana saja masyarakat dapat memperoleh imunisasi. Materi lain yang di bahas antara lain Raksa, Vitamin A pada balita, Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), PHBS, Strata Posyandu, Peran Kader dalam Kesehatan Ibu dan Anak, dan P4K.  Untuk strata posyandu para kader di minta menyebutkan masuk kedalam stara mana posyandu yang sekarang dia bina. Diharapkan setelah pembinaan ini posyandu berada dalam tahap Posyandu Mandiri.


Minggu, 22 Mei 2011

Mioma Uteri

Uterine Fibroid
Fibroid rahim (leiomyomas) adalah kanker (jinak) tumor rahim. Mereka tumbuh dari otot dinding rahim dan terdiri dari otot dan jaringan fibrosa.
Pada beberapa wanita, fibroid uterus dapat menyebabkan perdarahan berat, ketidaknyamanan panggul dan rasa sakit dan menciptakan tekanan pada organ-organ lain. Gejala-gejala ini mungkin memerlukan perawatan, tetapi tidak selalu histerektomi.
Penting untuk dicatat bahwa gejala seperti nyeri panggul atau perdarahan yang tidak biasa belum tentu berhubungan dengan rahim atau fibroid. Diagnosis yang akurat melalui penggunaan USG trans-vagina, pencitraan resolusi magnetik (MRI), dan biopsi endometrium sangat penting dalam membantu Anda untuk menentukan penyebab gejala Anda.
Mendiagnosis penyebab gejala dan mencoba untuk mengobati gejala-gejala sebelum Mengobati Fibroid melalui lain yang lebih berarti invasif, merupakan langkah penting dalam proses medis keseluruhan menangani kondisi uterus fibroid.
Perdarahan abnormal adalah gejala umum fibroid uterus yang paling sering membutuhkan pengobatan. fibroid submukosa menyebabkan mayoritas perdarahan pada wanita dengan fibroid. Karena lokasi mereka di endometrium, tempat fibroid submukosa tekanan pada dinding rahim yang dibangun dengan setiap siklus haid. Hal ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan perdarahan abnormal. Tekanan panggul dari ukuran pertumbuhan fibroid rahim , terlepas dari jenis dari fibroid ini, juga dapat mengakibatkan perdarahan yang abnormal.
Ada banyak cara mengobati perdarahan abnormal ini diantaranya adalah:
- Anti-inflamasi nonsteroid Obat (NSAIDs, misalnya, Ibuprofen)
- Vitamin dan / atau obat herbal
- Pelebaran dan Currettage (D & C)
- Terapi hormonal (misalnya, pil KB)
Tergantung pada individu, salah satu solusi ini dapat memberikan bantuan dari gejala yang dialami sebagai akibat dari fibroid rahim. Ketika gejala diselesaikan kebanyakan wanita merasa ‘sembuh’ dan menemukan tidak perlu mengambil tindakan tambahan dengan fibroid uterus mereka. Perdarahan yang berlebihan juga dapat menyebabkan anemia. Anemia terjadi ketika terjadi penurunan dalam sel-sel darah merah akibat kehilangan darah. Jika anemia dikonfirmasikan melalui tes darah, mengambil suplemen zat besi dapat membantu.
Sembelit dan wasir adalah gejala tambahan yang disebabkan oleh tekanan dari fibroid tumbuh. (Sembelit juga dapat menjadi efek samping dari minum tablet zat besi untuk anemia.).Buah dan banyak minum air dapat membantu mengurangi sembelit. produk pencahar alam juga dapat membantu.
Mioma Uterine (bahasa Inggris: uterine myoma) adalah tumor jinak pada dinding rahim. Mioma juga disebut mioma, myom, tumor otot rahim atau tumor fibroid,karena berasal dari sel jaringan fibro.
Jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakannya ke dokter, namun diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun.
Asal mulanya penyakit mioma uteri berasal dari otot polos rahim. Beberapa teori menyebutkan pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause).
Sering kali tumor jinak rahim ke arah rongga ini membesar dan bertumbuh keluar dari mulut rahim. Tumor yang ada dalam rahim dapat tumbuh lebih dari satu, teraba seperti kenyal, bentuknya bulat dan berbenjol-benjol sesuai ukuran tumor. Beratnya bervariasi, mulai dari beberapa gram saja, namun bisa juga mencapai 5 kilogram atau lebih.
Jenis
Berdasarkan lokasinya mioma uteri dibagi dalam tiga jenis:
1. Pertumbuhan tetap di dalam dinding rahim
2. Pertumbuhan ke arah rongga rahim
3. Pertumbuhan ke arah permukaan dinding rahim
Gejala dan tanda
Sebagian penyakit ini ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan panggul rutin. Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor, namun yang paling sering ditemukan adalah:
1. Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid.
2. Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim.
3. Penekanan pada organ di sekitar tumor seperti kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul lainnya, menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena pembengkakan tangkai tumor.
4. Gangguan sulit hamil karena terjadi penekanan pada saluran indung telur.
5. Pada bagian bawah perut dekat rahim terasa kenyal.
Sering kali penderita merasa nyeri akibat miom mengalami degenerasi atau kontraksi uterus berlebihan pada mioma yang tumbuh ke dalam rongga rahim. Pasangan suami istri sering kali sulit untuk punya anak (infertilitas) disebabkan gangguan pada tuba, gangguan implantasi pada endometrium, penyumbatan, dan sebagainya.
Mioma Uteri dapat mengganggu kehamilan dengan dampak berupa kelainan letak bayi dan plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, pendarahan yang banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta, bahkan bisa menyebabkan keguguran.
Sebaliknya, kehamilan juga bisa berdampak memperparah Mioma Uteri. Saat hamil, mioma uteri cenderung membesar, dan sering juga terjadi perubahan dari tumor yang menyebabkan perdarahan dalam tumor sehingga menimbulkan nyeri. Selain itu, selama kehamilan, tangkai tumor bisa terputar.
Metode penanganan
Bila tumor berukuran kecil dan tidak membesar, cukup dilakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali, pengecilan tumor sementara dengan obat-obatan GnRH analog, mioma memiliki lapisan kapsul yang tegas, dapat dipisahkan/dikupas dari massa tumornya. Jika terjadi komplikasi dan timbul perdarahan, perlu diberikan transfusi darah dan obat penghilang rasa nyeri. Tindakan operasi dilakukan jika tumor membesar dan bila timbul gejala penekanan dan nyeri dan perdarahan yang terus menerus.
Operasi pembedahan: dengan histerektomi (pengangkatan kandungan) jika tidak ada rencana hamil lagi, atau miomektomi (mengangkat miomnya saja) pada usia reproduksi/masih rencana hamil. Namun jika massa tumor terlalu besar atau luas, kadang tidak memungkinkan hanya dilakukan pengangkatan massa tumor, sehingga tetap dilakukan histerektomi.

Rabu, 13 April 2011

Staf Meeting Puskesmas Sumber Jaya

Pada Hari Selasa tanggal 12 April 2011telah di adakan staf meeting puskesmas yg di hadiri oleh 28 orang karyawan Puskesmas. Adapun masalah yg di bahas pd staf meeting kali ini adalah masalah disiplin kerja, yg mana kepala puskesmas menghimbau agar karyawannya melaksanakan pelayanan di dalam gedung mulai pukul 07.30 s/d 14.00 WIB. Selain itu masalah tufoksi karyawan harus sesuai dengan job & fungsinya, contoh dokter harus memeriksa pasiennya pd jam2 pelayanan & cleaning service jg hrs tetap memperhatikan kebersihan puskesmas.
     Untuk program, tiap2  pemegang program harus memahami materi tentang program yang di pegang (Contoh: pemegang program imunisasi harus mengetahui cara2 penyimpanan vaksin) & harus memperhatikan juga antara target dan cakupan. Adapun program2 yang menjadi sorotan program dari 18 program yg ada di puskesmas adalah :
1. KIA -----> masalah Audit Maternal Perinatal (AMP)
2. Survailence -----> Kejadian Luar Biasa (KLB)
3. Gizi
4. Kesehatan Lingkungan
     Dalam hal ini juga kepala puskesmas menekankan kepada semua karyawan untuk kehati-hatian dalam pemberian pelayanan. Disini juga kepala puskesmas Sumber Jaya (dr.H.Ahmad Hidayat) mengemukakan rencana kerjanya diantaranya peningkatan pelayanan aspek diluar gedung dg Pustu, UKBM, & Pusling. Untuk kegiatan pusling kapus akan membentuk team pusling (jml tenaga & obat) dan pelaksanaannya 1 bulan sekali untuk wilayah yg jauh ke Puskesmas dg pemberlakuan kupon, hal ini dilakukan untuk pembatasan jumlah kunjungan pusling karena ketersediaan obat.
     Kapus juga menekankan agar di tempat2 pelayanan mempunyai ketersediaan obat2 gawat darurat (Mis; Adrenalin untuk penanganan shock), penggunaan informed coonsent untuk semua tindakan, & tak lupa memberikan pelayanan dengan 5 S-----> Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun.