SELAMAT DATANG DI BLOG PUSKESMAS SUMBER JAYA

Kamis, 29 Juli 2010

Pembentukan Posyandu

Pembentukan Posyandu Baru di Desa Sumber Jaya
     
     Bertambahnya perumahan di Desa Sumber Jaya membuat meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di Desa Sumber Jaya. Adanya pengembangan perumahan di Ds. Sumberjaya juga meningkatnya jumlah Pasangan Usia Subur (PUS). Keadaan ini membuat Puskesmas Sumberjaya  sebagai puskesmas yg ada di Desa Sumber jaya harus memperhatikan derajat kesehatan yang ada di wilayah kerjanya.
     Untuk memantau kesehatan balita yang ada di wilayah puskesmas, maka dilaksanakan kegiatan Posyandu. Posyandu adalah bentuk peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. Posyandu diadakan satu bulan satu kali. Adapun kegiatan posyandu dilaksanakan dalam 5 meja yaitu pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pelayanan kesehatan dan penyuluhan kesehatan.
     Bertambahnya jumlah balita dan adanya kesadaran masyarakat akan kesehatan, maka pada tanggal 25 juli 2010 di resmikan Posyandu baru di Perumahan Graha Melasti Desa Sumber Jaya. Pada acara peresmian tersebut di hadiri oleh Kepala Puskesmas Sumberjaya, Bidan koordinator, bidan desa dan Petugas gizi. Diharapkan posyandu baru ini tetap terus bisa melaksanakan kegiatannya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan yang ada di Desa Sumberjaya, khususnya di Perumahan Graha Melasti.

Jumat, 23 Juli 2010

Peta Kunjungan Pasien Puskesmas Sumber Jaya

Rabu, 14 Juli 2010

Ante Natal Care

1. Antenatal Care (ANC)
1.1. Pengertian Kehamilan Dan Antenatal Care (ANC)
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 Minggu) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (Abdul Bari Saripudin, 2001 : 89, Rustam Mochtar 98 : 40).
Kehamilan normal adalah kehamilan matur (cukup bulan) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari) (Kapita Selekta Jilid I 2001 : 253).
Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat, cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian resiko tidak dapat memprediksiapakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh karena itu asuhan antenatal penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal.
Ibu hamil dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan ante natal.


1.2. Faktor resiko pada kehamilan dan persalinan
a. Usia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun
b. Grande multi
c. Status perkawinan


1.3. Tanda-tanda bahaya pada ibu hamil
a. Pendarahan
- Pendarahan pada hamil muda dapat menyebabkan keguguran
- Pendarahan pada hamil tua dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan.
b. Bengkak di kaki, tangan dan wajah atau sakit kepala kadangkala disertai kejang
c. Demam tinggi
Demam tinggi bisa membahayakan keselamatan jiwa ibu, menyebabkan keguguran atau kelahiran kurang bulan.
d. Keluar air ketuban sebelum waktunya
e. Pergerakkan bayi berkurang atau tidak bergerak
f. Ibu muntah terus dan tidak mau makan

1.4. Tujuan Antenatal Care (ANC)
a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan social ibu dan bayi.
c. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
d. Mempersiapkan persalina cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal (Abdul Bari Saifudin, 2001 : 90).

1.5. Waktu kunjungan Antenatal Care (ANC)
Menurut kebijakan program kunjungan ANC sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan
a. 1 kali pada triwulan 1
b. 1 kali pada triwulan 2
c. 2 kali pada triwulan 3 (Abdul Bari Sarifudin, 01 : 90. Depkes RI, 98)
Tetapi ibu hamil mengalami masalah, tanda bahaya atau jika merasa khawatir dapat sewaktu-waktu melakukan kunjungan (Pengurus pusat IBI, 2003).