SELAMAT DATANG DI BLOG PUSKESMAS SUMBER JAYA

Senin, 08 November 2010

Bayi Anda - Beberapa hari pertama

Makan
Bayi anda kemungkinan akan merasa laparsetiap 2-4jam. Untuk mengatasinya sesuaikan kondisi ini dengan jadwal anda, bangunkan dia untuk diberi makan 3 sampai 4 jam disaat anda terbangun. Bayi hanya memerlukan ASI atau susu formula untuk 6 bulan pertama.Memberi makan bayi anda dg makanan lain tidak akan membuat bayi anda tidur dg nyenyak dan dapat menimbulkan reaksi alergi. Ingat sendawakan bayi setiap kali makan (baik susu formula atau ASI ).
Tidur
Bayi memerlukan waktu yg banyak untuk tidur. Untuk membuat bayi anda tidur ketika anda ingin tidur, ciptakan lingkungan yg nyaman & minimalkan gangguan atau stimulasi. Letakan bayi anda pada posisi miring atau tengkurep saat tidur.
Defekasi
Bayi memiliki faeces yg lengket hitam kehijauan pd 2 hari pertama. Ini disebut mekonium. Faeces bayi dg ASI akan berwarna hijau keemasan, lunak, & tampak seperti biji. Faeces bayi yg menyusu dg botol akan berwarna coklat gelap, lengket, atau berbentuk. Bayi anda mempunyai faeces satu sampai empat dalam sehari. Jika bayi anda tidak BAB selama 2 hari, hubungi dokter, bidan  atau perawat.
Berkemih
Bayi anda akan mengompol sedikitnya 4 sampai 5 kali per hari. Hal ini akan sulit jika anda menggunakan pampers. Pakai popok kain akan lebih baik.
Perawatan Kulit
Mandikan bayi anda dg sabun ringan. Ketika mengganti popok, cuci bokong bayi dengan sabun & air. Hindari pemakaian bedak & krim pewangi, untuk membantu mencegah iritasi popok.

Sumber : Varney, Helen dkk, 2002 : Buku Saku Bidan, Jakarta.EGC : 291 hlm

Rabu, 20 Oktober 2010

PENANGGULANGAN DAN PENGOBATAN ISPA


  • Mengatasi panas (demam)

    Untuk anak usia 2 bulan samapi 5 tahun demam diatasi dengan memberikan parasetamol atau dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk. Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus dan diminumkan. Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih, celupkan pada air (tidak perlu air es).
  • Mengatasi batuk

    Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis 1/2 sendok teh dicampur dengan kecap atau madu 1/2 sendok teh , diberikan tiga kali sehari.

  • Pemberian makanan

    Berikan makanan yang cukup gizi, sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang yaitu lebih sering dari biasanya, lebih-lebih jika muntah. Pemberian ASI pada bayi yang menyusu tetap diteruskan.
  • Pemberian minuman

    Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan sebagainya) lebih banyak dari biasanya. Ini akan membantu mengencerkan dahak, kekurangan cairan akan menambah parah sakit yang diderita.
  • Lain-lain

    Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan rapat, lebih-lebih pada anak dengan demam. Jika pilek, bersihkan hidung yang berguna untuk mempercepat kesembuhan dan menghindari komplikasi yang lebih parah. Usahakan lingkungan tempat tinggal yang sehat yaitu yang berventilasi cukup dan tidak berasap. Apabila selama perawatan dirumah keadaan anak memburuk maka dianjurkan untuk membawa kedokter atau petugas kesehatan. Untuk penderita yang mendapat obat antibiotik, selain tindakan diatas usahakan agar obat yang diperoleh tersebut diberikan dengan benar selama 5 hari penuh. Dan untuk penderita yang mendapatkan antibiotik, usahakan agar setelah 2 hari anak dibawa kembali kepetugas kesehatan untuk pemeriksaan ulang

Pengobatan pada ISPA

  • Pneumonia berat : dirawat di rumah sakit, diberikan antibiotik melalui jalur infus , di beri oksigen dan sebagainya.
  • Pneumonia: diberi obat antibiotik melaui mulut. Pilihan obatnya Kotrimoksasol, jika terjadi alergi / tidak cocok dapat diberikan Amoksilin, Penisilin, Ampisilin.
  • Bukan pneumonia: tanpa pemberian obat antibiotik. Diberikan perawatan di rumah, untuk batuk dapat digunakan obat batuk tradisional atau obat batuk lain yang tidak mengandung zat yang merugikan.
    Bila demam diberikan obat penurun panas yaitu parasetamol. Penderita dengan gejala batuk pilek bila pada pemeriksaan tenggorokan didapat adanya bercak nanah disertai pembesaran kelenjar getah bening dileher, dianggap sebagai radang tenggorokan oleh kuman streptococcuss dan harus diberi antibiotik selama 10 hari.

Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan :

  • Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.
  • Immunisasi.
  • Menjaga kebersihan prorangan dan lingkungan.
  • Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.

Pemberantasan ISPA yang dilakukan adalah :

  • Penyuluhan kesehatan yang terutama di tujukan pada para ibu.
  • Pengelolaan kasus yang disempurnakan.
  • Immunisasi
Sedangkan kegiatan yang dapat dilakukan oleh kader kesehatan adalah diharapkan dapat membedakan kasus pneumonia (pneumonia berat dan pneumonia tidak berat) dari kasus-kasus bukan pneumonia sehingga dapat :
  1. Memberikan penjelasan dan komunikasi perihal penyakit batuk pilek biasa (bukan pneumonia) serta penyakit pneumonia kepada ibu-ibu serta perihal tindakan yang perlu dilakukan oleh ibu yang anaknya menderita penyakit.
  2. Memberikan pengobatan sederhana untuk kasus-kasus batuk pilek (bukan pneumonia) dengan tablet parasetamol dan obat batuk tradisional obat batuk putih.
  3. Merujuk kasus pneumonia berat ke Puskesmas/Rumah Sakit terdekat.
  4. Atas pertimbangan dokter Puskesmas maka bagi kader-kader di daerah-daerah yang terpencil (atau bila cakupan layanan Puskesmas tidak menjangkau daerah tersebut) dapat diberi wewenang mengobati kasus-kasus pneumonia (tidak berat) dengan antibiotik kontrimoksasol.
  5. Mencatat kasus yang ditolong dan dirujuk

Selasa, 07 September 2010

                             Kepala Puskesmas dan Seluruh karyawan Puskesmas Sumber Jaya Mengucapkan :
                " SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 Syawal 1431 H, Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan bathin "
     Kami mohon maaf kepada masyarakat umum, khususnya masyarakat Desa Sumber Jaya dan Desa tridaya Sakti, apabila dalam pelayanan kami selama ini banyak kesalahan ataupun ke khilafan baik yang di sengaja atau pun yang tidak di sengaja. Dan kami berharap kedepannya dapat melakukan pelayanan yang lebih baik lagi.

Jumat, 03 September 2010

Lokbul Puskesmas

     Pada tanggal 2 September 2010 di adakan lokbul puskesmas yang di pimpin oleh kepala puskesmas (dr.Ida Hariyanti) dan di hadiri oleh seluruh karyawan puskesmas Sumber Jaya.
     Pada acara lokbul kali ini di bahas mengenai hasil kinerja semua program pada bulan Agustus dan pembahasan mengenai cara pencapaian program yang belum memenuhi target. Hal ini di karenakan pd bulan Agustus kemarin terjadi perubahan pemegang program, dalam hal ini bendahara puskesmas yang sebelumnya di pegang oleh Nurjanah ucu di gantikan oleh Ely Rosyidah, Amd.Keb dikarenakan Nurjanah Ucu pindah tugas ke Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan untuk program imunisasi yang sebelumnya di pegang oleh Ely Rosyidah Amd.Keb di alih tugaskan ke pada Leni, Amk. Dan program lain yang di gantikan yaitu program lansia yg sebelumnya oleh Bd.Erika di alihkan kepada Bd.Hj Elyawati dikarenakan Bd.Erika pindah tugas ke Puskesmas Cibarusah Kab.Bekasi. Dalam hal ini kepala puskesmas menekankan agar seluruh pemegang program bertanggung jawab terhadap keberhasilan program.
      Pada lokbul kemarin juga di bahas mengenai pembagian piket untuk posko hari raya Idul Fitri. Untuk H-2 dan H+2 hari raya, karyawan yang kebagian piket yaitu karyawan yang non muslim di karenakan karyawan yg muslim akan merayakan hari kemenangan dan kegiatan di Pustu Tridaya Sakti untuk sementara dialihkan ke Puskesmas induk Sumber jaya. Sedangkan untuk kegiatan puskesmas mulai tanggal 16 September 2010 sudah dapat dilaksanakan seperti biasa, bedanya di sini diadakan piket on call 24 jam (Jadwal terlampir di Puskesmas Sumber Jaya). Piket on call ini di buat untuk  jaga-jaga di khawatirkan ada kejadian yg tidak di inginkan di luar jam kerja puskesmas. Untuk kendaraan pusling juga standby di rumah dr. Halimahtusadiah (Kp.Buek Desa Sumber Jaya / depan SD Islam Putra Darma). Kepala puskesmas mengharapkan seluruh karyawan puskesmas agar mengaktifkan handphone selulernya apabila kebagian jadwal oncall.
                                      
                                                                                                                                               Wass
                                                                                                                                                       Lien's

Kamis, 26 Agustus 2010

Bulan Promosi Vitamin A

    Seperti yang masyarakat ketahui bahwa pada bulan Febuari dan Agustus merupakan bulan pemberian Vitamin A. Walaupun pada bulan pemberian Vitamin A kali ini ada di bulan suci ramadhan dan pemberitaan di Televisi mengenai vitamin A tidak segencar pada bulan Februari tapi tidak menyurutkan niat masyarakat untuk membawa anaknya ke posyandu untuk mendapatkan Vita A.
     Vitamin A sendiri diberikan untuk pengobatan dan pencegahan kekurangan vitamin A, serta mencegah kebutaan akibat kekurangan vitamin A. Kapsul ini diberikan pada anak usia 6 bln -5 th. Adapun untuk anak 6 bl-1 th diberikan kapsul Vitamin A warna biru, sedangkan untuk anak 1-5 th diberikan kapsul vitamin A warna merah. Kapsul dapat ditelan langsung atau dipotong ujungnya kemudian di pencet isinya kedalam mulut anak.
     Seperti yang terlihatdi Posyandu blok F1 & F2 Perumahan Puricendana Desa Sumber Jaya, walaupun gedung posyandu belum tersedia, tetapi para kader posyandu F1 & F2 tetap bersemangat melayani masyarakat yang datang ke posyandu karena mereka sudah mempunyai tanggung jawab akan kesehatan masyarakat di wilayah Perumahan Puricendana Blok F1 & F2 Desa Sumber Jaya.
Para Kader juga sangat mengharapkan agar fasilitas posyandu diperhatikan oleh pemerintahan setempat agar bukan hanya pelayanan bayi balita saja yang dapat dilakukan di posyandu, tapi pelayanan  ibu hamil juga dapat dilakukan seperti pemeriksaan ibu hamil di posyandu. Hal ini diharapkan guna penjaringan ibu hamil yang tidak mau memeriksakan ke hamilannya ke fasilitas pelayanan kesehatan ( Puskesmas, Bidan & dokter praktek, serta Rumah Sakit). Kader juga menambahkan apalagi kalau honor buat kader posyandu juga ikut di perhatikan. Pasti siiip dech pelayanan yang di berikan menjadi Pelayanan Prima.

Kamis, 19 Agustus 2010

Bintek Seksi Kesga Dinas Kesehatan Kab. Bekasi ke Puskesmas Sumber Jaya


   Di Puskesmas Sumber Jaya pada hari Rabu tanggal 18 Agustus 2010 telah dilakukan Bimbingan Teknis           ( Bintek ) dari sie kesga dinkes kab.Bekasi yg di pimpin oleh ibu Wiati, AmKeb kepada bidan desa yg ada di wilayah kerja Puskesmas Sumber Jaya yaitu Henni, AmKeb & Sri, AmKeb (Bides Sumber Jaya), Berthalina, AmKeb & Melly, AmKeb (Bides Tridaya Sakti). Pada acara bintek itu juga di hadiri oleh Bidkor Puskesmas Sumber Jaya (Yulianti, AmKeb) dan Kepala Puskesmas Sumber Jaya (dr.Ida Hariyanti).
   Bintek tersebut membahas mengenai masalah pelayanan Kesehatan Ibu & Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Neonatal dan Bayi. Kegiatan yg dilaksanakan adalah tanya jawab mengenai pengertian K1, K4, B1, B4, B8, dll yg kesemuanya itu merupakan target yg harus di capai oleh bides dlm pelayanan KIA. Disini juga di bahas mengenai kesenjangan antara target dan pencapaian dari program KIA, kendala yg di hadapi bides di lapangan sehingga target tidak bisa dicapai, bagaimana cara bides melakukan pendekatan ke masyarakat khususnya bumil & bufas sehingga bisa mencapai target.
   Sedangkan untuk Program KB, yg menjadi kekurangan adalah tidak adanya jumlah pus gakin & jumlah akseptor gakin yang ber-KB. Diakhir kunjungannya tersebut bu Wiati AmKeb mengharapkan agar bides selalu mengisi kohort ibu dan bayi, dan di buatkan juga kohort Puskesmas.
   Kami pihak Puskesmas sangat berterimakasih kepada seksi kesga dinkes Kab.Bekasi yang telah terjun ke lapangan langsung untuk melaksanakan bintek, dan kami juga mengharapkan bintek ini diadakan secara teratur minimal persemester, karena untuk merefres kembali pengetahuan yang telah di dapat & juga bila ada issu baru mengenai KIA & KB informasinya bisa dg cepat bides menerimanya, serta pihak seksi kesga dinkes juga dapat mengetahui apa yang menjadi kendala kami di lapangan.
                        
                                                                                                                                              Wass
                                                                                                                                                       Lien's

Senin, 02 Agustus 2010

Pertemuan rutin antara kepala puskesmas, pemegang program dan seluruh karyawan puskesmas sangat perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membahas semua kegiatan di puskesmas, kegiatan yang sudah dilaksanakan, yg sedang dilaksanakan atau yg blm dilaksanakan. Hasil dari kegiatan ini untuk perencanaan kegiatan di bulan berikutnya, kegiatan ini juga bermanfaat untuk membahas masalah apa yg di hadapi oleh puskesmas dlm pencapaian program dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.

Kamis, 29 Juli 2010

Pembentukan Posyandu

Pembentukan Posyandu Baru di Desa Sumber Jaya
     
     Bertambahnya perumahan di Desa Sumber Jaya membuat meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di Desa Sumber Jaya. Adanya pengembangan perumahan di Ds. Sumberjaya juga meningkatnya jumlah Pasangan Usia Subur (PUS). Keadaan ini membuat Puskesmas Sumberjaya  sebagai puskesmas yg ada di Desa Sumber jaya harus memperhatikan derajat kesehatan yang ada di wilayah kerjanya.
     Untuk memantau kesehatan balita yang ada di wilayah puskesmas, maka dilaksanakan kegiatan Posyandu. Posyandu adalah bentuk peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. Posyandu diadakan satu bulan satu kali. Adapun kegiatan posyandu dilaksanakan dalam 5 meja yaitu pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pelayanan kesehatan dan penyuluhan kesehatan.
     Bertambahnya jumlah balita dan adanya kesadaran masyarakat akan kesehatan, maka pada tanggal 25 juli 2010 di resmikan Posyandu baru di Perumahan Graha Melasti Desa Sumber Jaya. Pada acara peresmian tersebut di hadiri oleh Kepala Puskesmas Sumberjaya, Bidan koordinator, bidan desa dan Petugas gizi. Diharapkan posyandu baru ini tetap terus bisa melaksanakan kegiatannya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan yang ada di Desa Sumberjaya, khususnya di Perumahan Graha Melasti.

Jumat, 23 Juli 2010

Peta Kunjungan Pasien Puskesmas Sumber Jaya

Rabu, 14 Juli 2010

Ante Natal Care

1. Antenatal Care (ANC)
1.1. Pengertian Kehamilan Dan Antenatal Care (ANC)
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 Minggu) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (Abdul Bari Saripudin, 2001 : 89, Rustam Mochtar 98 : 40).
Kehamilan normal adalah kehamilan matur (cukup bulan) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari) (Kapita Selekta Jilid I 2001 : 253).
Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat, cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian resiko tidak dapat memprediksiapakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh karena itu asuhan antenatal penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal.
Ibu hamil dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan ante natal.


1.2. Faktor resiko pada kehamilan dan persalinan
a. Usia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun
b. Grande multi
c. Status perkawinan


1.3. Tanda-tanda bahaya pada ibu hamil
a. Pendarahan
- Pendarahan pada hamil muda dapat menyebabkan keguguran
- Pendarahan pada hamil tua dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan.
b. Bengkak di kaki, tangan dan wajah atau sakit kepala kadangkala disertai kejang
c. Demam tinggi
Demam tinggi bisa membahayakan keselamatan jiwa ibu, menyebabkan keguguran atau kelahiran kurang bulan.
d. Keluar air ketuban sebelum waktunya
e. Pergerakkan bayi berkurang atau tidak bergerak
f. Ibu muntah terus dan tidak mau makan

1.4. Tujuan Antenatal Care (ANC)
a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan social ibu dan bayi.
c. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
d. Mempersiapkan persalina cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal (Abdul Bari Saifudin, 2001 : 90).

1.5. Waktu kunjungan Antenatal Care (ANC)
Menurut kebijakan program kunjungan ANC sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan
a. 1 kali pada triwulan 1
b. 1 kali pada triwulan 2
c. 2 kali pada triwulan 3 (Abdul Bari Sarifudin, 01 : 90. Depkes RI, 98)
Tetapi ibu hamil mengalami masalah, tanda bahaya atau jika merasa khawatir dapat sewaktu-waktu melakukan kunjungan (Pengurus pusat IBI, 2003).

Minggu, 20 Juni 2010

Diare

Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea) adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Di Dunia ke-3, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 1,5 juta orang per tahun.

 Penyebab

Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), memakan makanan yang asam,pedas,atau bersantan secara berlebihan, dan kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.
Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.
Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.
Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.
Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan.

Gejala

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung,dan perut berbunyi.

Perawatan

Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.
Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:
  • Diare pada balita
  • Diare menengah atau berat pada anak-anak
  • Diare yang bercampur dengan darah.
  • Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.
  • Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut, demam, kehilangan berat badan, dan lain-lain.
  • Diare pada orang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit)
  • Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.

Senin, 10 Mei 2010

Bintek Hari ke-2

Pesan : Mohon kesabaran dari panitia dlm proses bintek
Kesan : Asyik juga ya ikutan bintek, tambah ilmu bari jeung lier...

Kegiatan Puskesmas Sumber Jaya




UPTD Puskesmas Sumber Jaya terletak di daerah perkotaan , dimana pertambahan penduduknya berkembang pesat, UPTD Puskesmas Sumber Jaya mempunyai wilayah administrasi sebagian dari wilayah pemerintahan Kecamatan Tambun Selatan yang mencakup 2 desa, 6 dusun, 64 Rw, 368 RT . Kedua desa tersebut adalah Desa Sumber Jaya dan Desa Tridaya Sakti. Jarak terjauh ke Puskesmas yaitu 4 km dan jarak terdekat yaitu 1 km dengan waktu tempuh terlama adalah 25 menit dan waktu tempuh tercepat 5 menit dengan demikian dapat dikatakan bahwa seluruh desa di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumber Jaya relatif terjangkau.

Secara kuantitatif, jumlah penduduk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumber Jaya pada tahun 2009 adalah 94.617 jiwa terdiri dari laki-laki 46.320 jiwa dan perempuan 48.297 jiwa , dengan kepadatan penduduk 9.840 jiwa per km2. Tingkat kepadatan penduduk di Desa Tridaya Sakti dengan rata-rata 11.740 jiwa/ km2 dan tingkat kepadatan hunian 5,1 rata-rata jiwa/ rumah tangga. Sedangkan Desa Sumber Jaya kepadatannya yaitu 8.966 jiwa / km2 dan kepadatan hunian 3,4 rata-rata jiwa / rumah .

Upaya kesehatan yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas Sumber Jaya meliputi 6 program dasar wajib dan program pengembangan. Program dasar wajib terdiri dari Program Promosi Kesehatan, Program Kesehatan Ibu dan Anak, Program Kesehatan Lingkungan, Program P2M, Program Pengobatan dan Program Perbaikan Gizi. Adapun program penunjang adalah laboratorium sederhana dan pengelolaan obat serta Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS).

Sumber pembiayaan kesehatan di Puskesmas Sumber Jaya bersumber dari JPKMM ( Askes Gakin ) dan APBD Kabupaten. Sarana Kesehatan yang ada tersedia di puskesmas ini adalah satu Puskesmas Pembantu Tridaya Sakti yang terletak di Desa Tridaya Sakti. Puskesmas Pembantu ini berperan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di daerah yang jauh dari Puskesmas Induk. Posyandu 70 buah yang tersebar di 2 desa wilayah kerja dibentuk dalam rangka mendekatkan dan memeratakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang melayanai sasaran masyarakat rawan diantaranya bayi, balita , ibu hamil , ibu menyusui , PUS dan WUS. Adapun jumlah sarana pelayanan kesehatan dasar swasta (SPKDS) yang ada di wilayah Puskesmas berjumlah 61 buah, terdiri dari Dokter Umum 23 SPKDS, Bidan 28 SPKDS, dan Balai Pengobatan 10 SPKDS.

Untuk sepuluh besar penyakit yang ada di puskesmas selama tahun 2009 , Nasofaringitis Acuta merupakan penyakit terbanyak diderita yaitu sebesar 27,55 %. Penyakit tersebut adalah penyakit yang sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan dan perilaku dari masyarakat, hal ini membuktikan betapa pentingnya peningkatan kesehatan lingkungan bagi masyarakat melalui upaya promotif dan preventif di wilayah Puskesmas Sumber Jaya.

Foto - Foto Kegiatan Puskesmas Sumber Jaya